Januari 15, 2009 • 7:30 am
Untuk menjawab tuduhan ini, mari kita lihat bagaimana kondisi perpolitikan di Israel sendiri, dengan mendengarkan apa yang diucapkan oleh pemimpin partai nomor 4 terbesar Israel, Avigdor Lieberman (bisa juga dicari disini atau disini)
“Kita harus terus menyerang Hamas seperti halnya Amerika Serikat menyerang (membom 2 kota Jepang dg bom atom) Jepang di Perang Dunia ke-2. Dengan demikian, kita tidak perlu menjajah [karena Gaza lenyap dari muka bumi setelah di bom atom]“
Kalau kita memakai logika Israel yang menimpakan penyebab penyerangan (dan tentunya juga penjajahan) terhadap Gaza ini kepada rakyat Palestina, maka rakyat Zionis Israel juga mempunyai andil paling besar dan justru menjadi pelaku dari pembantaian 1000 rakyat Palestina dalam perang di Gaza yang dimulai di akhir tahun 2008 ini.
Filed under: FAQ , gaza, invasi 20081227, pemilu 2006
Januari 14, 2009 • 12:15 am
Yang sekarang sedang berlangsung adalah perang dan krisis kemanusiaan di Gaza yang telah mengakibatkan kematian lebih dari 500 orang dan lebih dari 2000 orang cedera hanya dalam waktu satu minggu. Hal ini juga langsung mempengaruhi kehidupan lebih dari 1,4 juta orang.
Sayangnya, banyak media Barat belum memperhatikan situasi ini, atau menerima begitu saja sudut pandang Israel tanpa melihat kaitannya dgn krisis kemanusiaan dan meningkatnya angka kematian. Saran saya kepada orang-orang di barat (dan khususnya Amerika Serikat) adalah untuk mencoba mencari variasi berita. Gunakan aggregators otomatis seperti
Google News untuk membaca berita. Membaca/Menonton sumber berita internasional seperti
BBC News,
AlJazeera dalam bahasa Inggris.
Filed under: FAQ , attacks, conflict, gaza, hamas, israel, media, palestina, rockets
Memang benar Indonesia dan Palestina letaknya berjauhan, disamping kondisi Indonesia sendiri yang tidak bisa dibilang negara maju yang bebas masalah. Namun itu bukan alasan yang kuat karena:
- Bangsa Palestina pernah membela Indonesia saat masa perang kemerdekaan. Padahal saat itu dunia arab pun sedang banyak bermasalah
- Pembukaan UUD ‘45 mengajarkan kita untuk membela orang yang terjajah dan tertindas
- Memperhatikan orang lain bukan berarti kita melupakan kondisi kita sendiri
——
Referensi:
- Surabaya Dulu, Gaza Sekarang
- Operation Cast Lead: Implikasinya bagi Israel & Hamas
Filed under: FAQ , gaza, invasi 20081227, palestina
Sebagai seorang manusia bebas merdeka, kita punya banyak pilihan untuk menyatakan pendapat, termasuk disini menyatakan penentangan dan penolakan atas kebiadaban dan tingkah laku semena-mena penjajah Israel. Pelanggaran-pelanggaran HAM yang dilakukan Israel sendiri sebagai penjajah terhadap tanah dan warga jajahannya sudah banyak didokumentasikan oleh berbagai pihak sehingga sekarang masalahnya adalah bagaimana cara menekan Israel agar berubah.
Situs ini dan situs-situs lain seperti
Electronic Intifadah, mengambil peran tanpa kekerasan untuk menyuarakan kebenaran yang ditutup-tutupi oleh media-media dibawah pengaruh Israel. Ada juga yang mengambil peran dengan melakukan demonstrasi. Sementara, tanpa disadari ada satu ’senjata’ yang efektif dan pernah berhasil digunakan untuk menekan rezim Apartheid di Afrika Selatan. Senjata tersebut adalah
boikot.
Karena itulah, dibulan Juli 2005 beberapa kelompok menyatakan diri membuat gerakan boikot yang diberi nama
Boycott, Divestment and Sanctions for Palestine. Belajar dari pengalaman memboikot rezim Apartheid di Afrika Selatan, ada beberapa hal yang bisa dicapai dari gerakan ini:
- rallying point untuk menyuarakan permasalahan Palestina
- Alat perlawanan tanpa kekerasan yang paling efektif, karena boikot bukan dogma tetapi hanyalah salah satu cara menyuarakan penentangan & dukungan
- Untuk menumbuhkan diskusi serta pembahasan, dan memberikan dorongan bagi pihak-pihak yang belum tahu untuk semakin tahu permasalahan Palestina
- Banyak pihak yang akan berfikir 2 kali sebelum bekerja sama dengan Israel
- Israel pada akhirnya akan merubah sikap semena-mena mereka
(updated 17/1/2009)
Filed under: FAQ , boikot, gaza, palestina, penjajahan, tepi barat
Januari 1, 2009 • 12:01 am
Penyerangan Israel kali ini terjadi merupakan kelanjutan dari peristiwa 2 tahunan sebelumnya, dimana Hamas secara sah memperoleh kemenangan dalam Pemilu di Palestina. Saat itu Israel, AS dan negara-negara terkait yang tidak menginginkan kemenangan Hamas, mulai melakukan (ringkasan):
- Blokade terhadap Hamas khususnya di Gaza
- Politik devide-et-impera dengan mengadu domba Hamas dan Fatah (Presiden Palestina Mahmud Abbas/Abu Mazen)
- Pembunuhan tokoh2 Hamas tanpa melalui keadilan (extra-judicial killing)
- Penangkapan warga Palestina tanpa keadilan
- Gangguan terhadap kehidupan warga Palestina khususnya di Gaza seperti pembatasan gerak, sonic boom, pembangunan tembok pembatas (tembok apartheid), krisis pangan dan air, dll.
- Pencaplokan dan perluasan wilayah jajahan disertai diskriminasi perlakuan terhadap warga Palestina, dimana pertumbuhan penduduk pada tahun 2007 diwilayah yang dicaplok dalam perang 1967 lebih besar daripada di wilayah Israel tahun 1947 itu sendiri.
- dll
Akhirnya, karena merasa pergantian presiden AS kian dekat (20 Januari 2009) serta juga keperluan untuk memenangkan Pemilu di Israel sendiri pada bulan Februari 2009, maka trio kepemimpinan di Israel (Perdana Mentri Ehud Olmert, Mentri Luar Negri Tzipi Livni, Mentri Pertahanan Ehud Barak) memutuskan untuk melakukan penyerangan ke Gaza setelah
6 bulan sebelumnya dilakukan persiapan2 dengan didahului
gencatan senjata tanggal 19 Juni 2008.
- Seluruh aktivitas militer harus berhenti mulai 19 Juni 2008
- Seluruh 6 pintu masuk & keluar Gaza harus tetap terbuka
- 10 hari pertama, 30% pasokan makanan dari Israel harus diizinkan, setelah 10 hari seluruh pasokan harus diizinkan
- Setelah itu akan ada pertemuan antara pihak Eropa, Mesir, Otoritas Palestina dan Hamas untuk membahas pembukaan gerbang Rafah
- Setelah itu gencatan senjata ini pada akhirnya akan diperluas ke Tepi Barat
Namun pada kenyataannya yang terjadi adalah:
- Serangan dan infiltrasi masih terus berlangsung. 40 orang terbunuh saat gencatan senjata akibat serangan militer Israel, bahkan 8 orang tewas di pekan lalu
- Hampir sepanjang waktu pintu masuk & keluar Gaza tertutup
- Hanya 15% pasokan makanan yang bisa lewat
- tidak terwujud
- tidak terwujud
Filed under: FAQ , gaza, invasi 20081227