Tanya Jawab tentang Palestina

Icon

kebenaran pada akhirnya akan terungkap

[MEDIA] April-May 2009

Far from Iran, and the tired Nazi analogies misleadingly attached to it, there is another threat. As Gary Sick, the prominent Middle East scholar and author, suggested to me recently: “The biggest risk to Israel is Israel.”

As Ehud Barak, now the defense minister, remarked in 1999: “Every attempt to keep hold of this area as one political entity leads, necessarily, to either a non-democratic or a non-Jewish state, because if the Palestinians vote, then it is a binational state, and if they don’t vote it is an apartheid state …”

That’s right. The population of Arabs in the Holy Land, at about 5.4 million, will one day overtake the number of Jews. So a two-state solution is essential to Israel’s survival as a Jewish state. Persisting in the 42-year-old occupation and the building of settlements gnaws at the very foundations of the Zionist dream.

Filed under: Kliping

Hamas menjawab

Filed under: FAQ , , , ,

Salah rakyat Palestina memilih Hamas!

Untuk menjawab tuduhan ini, mari kita lihat bagaimana kondisi perpolitikan di Israel sendiri, dengan mendengarkan apa yang diucapkan oleh pemimpin partai nomor 4 terbesar Israel, Avigdor Lieberman (bisa juga dicari disini atau disini)

“Kita harus terus menyerang Hamas seperti halnya Amerika Serikat menyerang (membom 2 kota Jepang dg bom atom) Jepang di Perang Dunia ke-2. Dengan demikian, kita tidak perlu menjajah [karena Gaza lenyap dari muka bumi setelah di bom atom]“

Kalau kita memakai logika Israel yang menimpakan penyebab penyerangan (dan tentunya juga penjajahan) terhadap Gaza ini kepada rakyat Palestina, maka rakyat Zionis Israel juga mempunyai andil paling besar dan justru menjadi pelaku dari pembantaian 1000 rakyat Palestina dalam perang di Gaza yang dimulai di akhir tahun 2008 ini.

Filed under: FAQ , , ,

Sebuah panduan sederhana untuk konflik Israel-Palestina di Gaza

Yang sekarang sedang berlangsung adalah perang dan krisis kemanusiaan di Gaza yang telah mengakibatkan kematian lebih dari 500 orang dan lebih dari 2000 orang cedera hanya dalam waktu satu minggu. Hal ini juga langsung mempengaruhi kehidupan lebih dari 1,4 juta orang.
Sayangnya, banyak media Barat belum memperhatikan situasi ini, atau menerima begitu saja sudut pandang Israel tanpa melihat kaitannya dgn krisis kemanusiaan dan meningkatnya angka kematian. Saran saya kepada orang-orang di barat (dan khususnya Amerika Serikat) adalah untuk mencoba mencari variasi berita. Gunakan aggregators otomatis seperti Google News untuk membaca berita. Membaca/Menonton sumber berita internasional seperti BBC News, AlJazeera dalam bahasa Inggris.

Filed under: FAQ , , , , , , , ,

Saya orang Indonesia, kenapa kita harus membela Palestina?

Memang benar Indonesia dan Palestina letaknya berjauhan, disamping kondisi Indonesia sendiri yang tidak bisa dibilang negara maju yang bebas masalah. Namun itu bukan alasan yang kuat karena:

  1. Bangsa Palestina pernah membela Indonesia saat masa perang kemerdekaan. Padahal saat itu dunia arab pun sedang banyak bermasalah
  2. Pembukaan UUD ‘45 mengajarkan kita untuk membela orang yang terjajah dan tertindas
  3. Memperhatikan orang lain bukan berarti kita melupakan kondisi kita sendiri
——
Referensi:
  1. Surabaya Dulu, Gaza Sekarang
  2. Operation Cast Lead: Implikasinya bagi Israel & Hamas

Filed under: FAQ , , ,

Kenapa harus boikot produk Israel? Boikot kan tidak berguna!

Sebagai seorang manusia bebas merdeka, kita punya banyak pilihan untuk menyatakan pendapat, termasuk disini menyatakan penentangan dan penolakan atas kebiadaban dan tingkah laku semena-mena penjajah Israel. Pelanggaran-pelanggaran HAM yang dilakukan Israel sendiri sebagai penjajah terhadap tanah dan warga jajahannya sudah banyak didokumentasikan oleh berbagai pihak sehingga sekarang masalahnya adalah bagaimana cara menekan Israel agar berubah.
Situs ini dan situs-situs lain seperti Electronic Intifadah, mengambil peran tanpa kekerasan untuk menyuarakan kebenaran yang ditutup-tutupi oleh media-media dibawah pengaruh Israel. Ada juga yang mengambil peran dengan melakukan demonstrasi. Sementara, tanpa disadari ada satu ’senjata’ yang efektif dan pernah berhasil digunakan untuk menekan rezim Apartheid di Afrika Selatan. Senjata tersebut adalah boikot.
Karena itulah, dibulan Juli 2005 beberapa kelompok menyatakan diri membuat gerakan boikot yang diberi nama Boycott, Divestment and Sanctions for Palestine. Belajar dari pengalaman memboikot rezim Apartheid di Afrika Selatan, ada beberapa hal yang bisa dicapai dari gerakan ini:
  1. rallying point untuk menyuarakan permasalahan Palestina
  2. Alat perlawanan tanpa kekerasan yang paling efektif, karena boikot bukan dogma tetapi hanyalah salah satu cara menyuarakan penentangan & dukungan
  3. Untuk menumbuhkan diskusi serta pembahasan, dan memberikan dorongan bagi pihak-pihak yang belum tahu untuk semakin tahu permasalahan Palestina
  4. Banyak pihak yang akan berfikir 2 kali sebelum bekerja sama dengan Israel
  5. Israel pada akhirnya akan merubah sikap semena-mena mereka
(updated 17/1/2009)

Filed under: FAQ , , , , ,

Kenapa Israel Menyerang Hamas di Gaza sejak 27 Desember 2008?

Penyerangan Israel kali ini terjadi merupakan kelanjutan dari peristiwa 2 tahunan sebelumnya, dimana Hamas secara sah memperoleh kemenangan dalam Pemilu di Palestina. Saat itu Israel, AS dan negara-negara terkait yang tidak menginginkan kemenangan Hamas, mulai melakukan (ringkasan):

  1. Blokade terhadap Hamas khususnya di Gaza
  2. Politik devide-et-impera dengan mengadu domba Hamas dan Fatah (Presiden Palestina Mahmud Abbas/Abu Mazen)
  3. Pembunuhan tokoh2 Hamas tanpa melalui keadilan (extra-judicial killing)
  4. Penangkapan warga Palestina tanpa keadilan
  5. Gangguan terhadap kehidupan warga Palestina khususnya di Gaza seperti pembatasan gerak, sonic boom, pembangunan tembok pembatas (tembok apartheid), krisis pangan dan air, dll.
  6. Pencaplokan dan perluasan wilayah jajahan disertai diskriminasi perlakuan terhadap warga Palestina, dimana pertumbuhan penduduk pada tahun 2007 diwilayah yang dicaplok dalam perang 1967 lebih besar daripada di wilayah Israel tahun 1947 itu sendiri.
  7. dll
Akhirnya, karena merasa pergantian presiden AS kian dekat (20 Januari 2009) serta juga keperluan untuk memenangkan Pemilu di Israel sendiri pada bulan Februari 2009, maka trio kepemimpinan di Israel (Perdana Mentri Ehud Olmert, Mentri Luar Negri Tzipi Livni, Mentri Pertahanan Ehud Barak) memutuskan untuk melakukan penyerangan ke Gaza setelah 6 bulan sebelumnya dilakukan persiapan2 dengan didahului gencatan senjata tanggal 19 Juni 2008.
  1. Seluruh aktivitas militer harus berhenti mulai 19 Juni 2008
  2. Seluruh 6 pintu masuk & keluar Gaza harus tetap terbuka
  3. 10 hari pertama, 30% pasokan makanan dari Israel harus diizinkan, setelah 10 hari seluruh pasokan harus diizinkan
  4. Setelah itu akan ada pertemuan antara pihak Eropa, Mesir, Otoritas Palestina dan Hamas untuk membahas pembukaan gerbang Rafah
  5. Setelah itu gencatan senjata ini pada akhirnya akan diperluas ke Tepi Barat

Namun pada kenyataannya yang terjadi adalah:

  1. Serangan dan infiltrasi masih terus berlangsung. 40 orang terbunuh saat gencatan senjata akibat serangan militer Israel, bahkan 8 orang tewas di pekan lalu
  2. Hampir sepanjang waktu pintu masuk & keluar Gaza tertutup
  3. Hanya 15% pasokan makanan yang bisa lewat
  4. tidak terwujud
  5. tidak terwujud
Karena itulah gencatan senjata tidak diperpanjang, selain karena Hamas tahu Israel memang sudah berniat untuk menyerang Gaza dan sudah mempersiapkannya semenjak 6 bulan yang lalu.

Filed under: FAQ , ,